Nabulan Sabita Ayvina hidup dalam diam yang panjang-bukan karena tidak ingin bicara, tetapi karena dunia terlalu sering tak mau mendengar.
Sejak kehilangan keluarganya dalam kecelakaan tragis, ia tumbuh dengan sunyi, trauma, dan dingin yang tak bisa dijelaskan. Siang hari ia menjadi siswi SMA yang nyaris tak terlihat, malamnya ia bekerja di sebuah kafe kecil bernama "Satu Senyap". Tempat itu, seperti namanya, adalah pelarian bagi mereka yang lelah dengan keramaian.
Hidup Nabulan berjalan lurus, tanpa kejutan-sampai seorang laki-laki bernama Sagara Nawasena Alverio datang. Dengan tawa yang hangat, celotehan konyol, dan ketulusan yang tidak dibuat-buat, Saga perlahan merobek dinding yang selama ini melindungi sekaligus menyakiti Nabulan. Ia tidak mencoba menyelamatkan. Ia hanya hadir-dan kadang, itu lebih dari cukup.
Ini adalah kisah tentang kehilangan dan bertahan, tentang sunyi yang tidak selalu menyakitkan, dan tentang kehadiran yang mampu mengubah segalanya, bahkan ketika tak satu pun kata terucap.
Untuk siapa pun yang pernah merasa sendiri di dunia yang ramai,
Nabulan mungkin sedang menunggumu, di antara cangkir kopi dan malam yang hening.
---
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang