We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Peluk Aku Dalam Keyakinanmu

Peluk Aku Dalam Keyakinanmu

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini mengisahkan seorang perempuan muslim bernama Myra Lavanya menjalin hubungan asmara dengan Vincentius Roger seorang khatolik yang cerdas dan penuh semangat hidup, saat keduanya terlibat dalam program magang kampus Myra yang berada di kantor Tempat Vincent bekerja. Awalnya, mereka hanya rekan kerja yang saling menghargai perbedaan. Namun, kedekatan dan kecocokan membuat benih cinta tumbuh di antara keduanya. Cinta mereka diuji bukan hanya oleh perbedaan agama, tapi juga tekanan dari keluarga, lingkungan, dan keyakinan masing-masing. Myra mulai mempertanyakan batas antara cinta dan prinsip, sementara Vincent berjuang menyeimbangkan perasaannya dengan iman yang ia anut. Dalam perjalanan yang penuh air mata dan dilema, keduanya dihadapkan pada pilihan yang sulit mempertahankan cinta dengan segala risikonya, atau mengikhlaskan demi kedamaian hati dan restu orang tua. Apakah cinta bisa bertahan di tengah benturan dua keyakinan? Atau justru harus berakhir demi menjaga nilai-nilai yang telah mereka pegang seumur hidup? konflik batin dan sosial yang di hadapi pasangan lintas keyakinan ini menjadikan relevan dan menyentuh banyak hati.
All Rights Reserved
#33
batin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines