jika saja ia bisa memilih, ia tidak ingin dilahirkan, untuk apa susah payah melahirkan nya , jika suatu hari nanti,ia hanya dijadikan samsak berjalan?.
"Lo itu beda,Lo punya ketertarikan tersendiri, karena itu,gw ngerasa nyaman ada disamping Lo...,jadi".
.."Lo mau nggak?, jadi pacar gw?".
.
.
ia tidak pernah meminta lebih,hanya ingin bahagia, apakah itu sulit?.
[jangan lupa vote komen!!, thank you!.
cerita ini murni imajinasi sendiri,semua kejadian,plot dan beberapa nama didalam nya, hasil dari pemikiran saya sendiri.
jika merasa cerita ini sama dengan cerita orang lain, mungkin itu hanya kebetulan, atau memang cerita nya sudah pasaran.
mohon di mengerti ya,sahabat.
terima kasih! .🫰❤
Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya.
Namun, malam itu mengubah segalanya.
Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan.
Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah.
"Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis.
"Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh.
Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.