One Month Rule
Raisa hanya ingin satu hal: lolos seleksi dan resmi menjadi bagian dari tim cheer.
Bukan popularitas.
Bukan drama.
Dan jelas, bukan cinta.
Namun di sekolah elit itu, proses rekrutmen tidak pernah sesederhana latihan dan kemampuan. Ada aturan tak tertulis yang diwariskan turun-temurun, disebut sebagai hukum alam: siapa pun yang ingin bertahan di cheer harus pacaran dengan anak basket.
Aturan yang absurd.
Dan Raisa baru mengetahuinya tepat saat ia hampir melangkah masuk.
Dengan ancaman gagal direkrut dan bayang-bayang kapten cheer yang dikenal kejam dengan julukan Cheer's Death Note, Raisa hanya diberi satu bulan untuk 'membuktikan kelayakan' dengan cara yang tidak pernah ia setujui.
Di tengah tekanan itu, Aqeela, sahabatnya yang terlalu vokal dan mengenal semua orang di sekolah, justru membuka pintu ke dunia anak basket yang penuh ego, gengsi, dan permainan citra.
Ini bukan kisah cinta instan.
Ini cerita tentang ambisi, pilihan yang dipaksakan, dan batas yang perlahan mulai bergeser.
Karena terkadang, perasaan tidak tumbuh karena ingin, melainkan karena keadaan memaksa dua orang berada di jalur yang sama, terlalu lama, terlalu dekat.
Dan satu bulan bisa mengubah segalanya.