Bintang paling terang: Teddy (Tamat)

Bintang paling terang: Teddy (Tamat)

  • WpView
    Reads 14,383
  • WpVote
    Votes 895
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2026
"Bintang paling terang itu kuberi nama: Teddy." Linara Elvardhia Putri bukan siapa-siapa. Bukan mantan. Bukan rekan kerja. Bukan kenalan masa lalu. Ia hanya perempuan yang mencintai diam-diam, dari kejauhan. Pemilik toko bunga yang lembut, manis, dan tenang seperti hujan malam. Yang diam-diam datang saat pria itu muncul di layar kaca. Yang kadang berhenti di pinggir jalan hanya untuk melihat siluetnya lewat. Sementara dunia mengenal Teddy Askara Wijaya sebagai pria karismatik, eks ajudan presiden yang kini menjadi Sekretaris Kabinet RI-Linara mengenalnya lewat cara yang tak biasa: lewat sorotan cahaya, gerak tubuh, dan... bintang paling terang di langit malam. Sebuah kisah cinta yang tidak menuntut balasan. Hanya ingin tetap ada. Tetap hidup. Meskipun hanya di balik jendela mobil... atau di antara langit yang tak pernah menjawab.
All Rights Reserved
#77
teddyindrawijaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon (Pending)
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Male lead Antagonist
  • I Am In Novel?!!
  • Murid Sialan

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines