Mahen'Zee

Mahen'Zee

  • WpView
    Membaca 192
  • WpVote
    Vote 97
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Nov 24, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Hey! Lepasin dia!" Teriak seorang anak perempuan kisaran 5 tahun. Anak itu berdiri sambil berkacak pinggang dengan satu tangannya, menatap 3 orang anak laki-laki yang mengganggu satu anak laki-laki berbadan gemuk. Gaun sebatas lutut berwarna merah muda itu menghiasi tubuhnya dengan dua kunciran rambut. Satu tangannya memegang botol dot handle yang susunya masih setengah itu membuat tiga anak laki-laki nakal tersebut tertawa mengejek. "Jangan teltawa! Kalian lihat itu?! Itu lumah zee! Nanti Zee akan lapolkan kalian ke ayah-bunda!" Ancam gadis kecil itu sambil menunjukkan rumahnya yang lumayan besar dengan pagar besi yang menjulang tinggi. "Gangguin aja. Kamu siapa sih?!" "Aku? Aku Zenaya lenjana Widjaya! Anaknya ayah Haldy dan bunda amela!" Anak berbadan gemuk yang tadi di ganggu itu, menatap nya dengan mata berbinar. Gadis yang bernama Zenaya itu hanya bangga, walaupun masih cadel dalam penyebutan huruf (R) * * Bagi orang-orang, mungkin itu hanyalah masa kecil yang akan mudah di lupakan, tapi tidak bagi Mahendra Argantara. Pria yang memiliki sikap dingin dan tak acuh itu langsung meleleh begitu di hadapkan dengan Zenaya Renjana Widjaya yang di sebut goblok+polos karena selalu di awasi keras oleh kedua orangtuanya yang overprotektif, membuat anak itu selalu sulit untuk bisa mengenal dunia luar. Apakah Zenaya juga masih ingat dengan masa kecil itu? Atau hanya Mahendra yang mengenangnya? Yuk, simak jalan ceritanya!↠↠ Hai!🇮🇩 Hello!🇬🇧 Ni Hao!🇨🇳 Annyeong!🇰🇷 Kon'nichiwa!🇯🇵 ⚠️Up seminggu sekali. Kecuali kalo authornya emang lagi rajin~
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan