CAELEA
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 25, 2025
Siapa yang tidak tahu Caelea Deva Miguel?? gadis sadis dengan segala keahliannya, mempunyai paras cantik yang siapa saja melihatnya akan terpesona. Tetapi sayang ia selalu menampilkan muka cuek kepada orang didepannya, terutama musuhnya. Suka mengendarai motor besar sekaligus ketua sebuah geng motor besar metrapolitan. . . . . . Di usia 17 tahun, Caelea Deva Miguel kehilangan segalanya saat kematian ibunya dipalsukan sebagai kecelakaan. Kini, di balik seragam SMA dan deru mesin Ducati Superleggera beralur merah darah, ia merancang pembalasan dendam paling berdarah di pusat metropolitan. Didampingi empat sepupu dari keluarga Miguel yang bersumpah setia sebagai perisainya, Caelea memimpin Monarch Vanguard menembus alam bawah kota yang kejam. Namun, sebuah pertemuan tak sengaja di sirkuit ilegal mempertemukannya dengan Marcello Draco Gideon pria tampan bermata cokelat gelap yang memilih berdiri di belakangnya sebagai bayangan pematuh. Di kota ini, hukum tidak berlaku bagi mereka yang memegang takhta aspal. Siapa pun yang menyentuh sang Ratu, harus berhadapan dengan murka para pelindungnya.
All Rights Reserved
#595
antagonis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines