Di usia awal dua puluh, hidup tak selalu tentang pilihan besar. Kadang, dunia berputar hanya di sekitar ruang kelas, koridor kampus, warung kopi murah di pojok gedung, dan percakapan larut malam yang tak selesai-selesai.
Jay, Claire, dan sekelompok sahabat mereka menjalani tahun pertama kuliah dengan segala riuhnya: adaptasi, tugas menumpuk, organisasi, dan tentu saja-persahabatan. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, namun saling menemukan rumah dalam tawa, candaan bodoh, dan rasa nyaman yang tumbuh perlahan.
Tapi pertemanan tak pernah benar-benar sederhana.
Claire mendadak bertemu kembali dengan Evren, teman SMP yang dulu tiba-tiba menghilang, kini muncul dengan sikap dingin dan aura yang sulit dijangkau. Jay, si pusat tawa, mulai menyadari bahwa hatinya perlahan tertambat pada Lulu-seseorang yang selama ini cuma ia anggap teman dan sepupu Thorne, nothing more.
Di tengah dinamika organisasi, pressure akademik, dan persimpangan pilihan hidup, satu hal yang tak pernah berubah: mereka tetap berusaha tumbuh bersama.
Namun, bagaimana jika waktu membawa mereka ke arah yang tak lagi sejalan?
Apa jadinya jika diam-diam ada rasa ingin menyendiri, rasa kehilangan, bahkan... perasaan yang tak terbalas?
Sebuah kisah ringan namun penuh makna, tentang sahabat yang tak selalu bisa kamu jaga, cinta yang hadir di waktu tak terduga, dan tentang bagaimana kita semua, perlahan tapi pasti... belajar menjadi dewasa.
All Rights Reserved