Sorot dan Siluet (Silk dan Batik)

Sorot dan Siluet (Silk dan Batik)

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 3, 2025
Dalam pusaran dunia gemerlap dan warisan berdarah biru, dua pribadi dari dunia yang bertolak belakang dipertemukan secara tak terduga. Kanara, seorang model pria yang dikenal dengan gaya ekspresif dan karisma di depan kamera, hidup di tengah sorot sorotan publik. Ia berjalan di antara kebebasan dan batasan yang tak kasat mata, mencoba menjadi dirinya sendiri tanpa sepenuhnya melepaskan harapan orang lain. Di sisi lain, ada Sakti, pewaris muda Keraton Surakarta yang hidup dalam siluet warisan dan tanggung jawab yang turun-temurun. Tenang, tertib, dan hampir tak tergoyahkan, Sakti terbiasa hidup dalam diam yang penuh aturan. Tapi diamnya bukan tanpa resah. Pertemuan mereka bermula biasa saja, namun sebuah proyek kerja sama membawa Kanara tinggal sementara di Solo-tepat di pusat kehidupan Sakti. Dalam keseharian yang perlahan saling bersinggungan, Kanara justru menjadi angin segar bagi Sakti: mengganggu, memicu rasa ingin tahu, dan tanpa sadar mengguncang dunia yang selama ini dianggapnya tetap. Sorot dan Siluet (Silk dan Batik) adalah kisah tentang identitas, ekspektasi, dan benturan antara keberanian menjadi diri sendiri dan warisan yang harus dijaga. Dalam kontras dua dunia-antara sorot dan siluet, antara kain sutra yang ringan dan batik yang sarat makna-tersimpan tanya: di mana letak rumah bagi jiwa yang tak pernah benar-benar bebas?
All Rights Reserved
#20
gayindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines