"Sakit..." ucapnya dengan lirih sambil memeluk dirinya sendiri dengan erat, seluruh tubuhnya gemetar hebat karena ketakutan. Air mata yang terkumpul di matanya siap menetes, kamar yang gelap, sunyi, dan sepi itu menambah kesedihannya.
Petir menyambar kuat, hujan turun dengan lebat dan deras, jendela bergetar sedikit akibat sambaran petir di luar. Anak itu tidak tahan lagi dan perlahan meneteskan air matanya, isak tangisnya memenuhi kamar itu.
Tubuh yang gemetar ketakutan, dengan bekas memar di lengan, lebam, cakaran, dan beberapa luka lain menjadi bukti kekerasan yang telah dilakukan oleh kedua orangtuanya.
Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya diam, meringkuk di atas kasur sambil menangis. Sungguh malang anak seusianya mengalami kekerasan.
Todos los derechos reservados