We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mine and Mine Only!

Mine and Mine Only!

  • WpView
    Reads 29,905
  • WpVote
    Votes 1,885
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
VOTE MU PENYEMANGATKU:) Arga Damar dan Jati Dirga. Sahabat sejak TK. Selalu duduk berdua di bangku paling belakang, seolah dunia hanya milik mereka berdua. Tapi apa yang terjadi jika hubungan itu mulai berubah? Saat Jati diam-diam menyukai gadis yang duduk di baris depan, dan Arga - si populer, si anak basket, si bad boy yang dicintai semua orang - mulai menunjukkan sisi gelap dari rasa "sayangnya" selama ini. Chapter pertama membuka lembar kisah dua sahabat dengan jarak yang tak terlihat, namun perlahan tumbuh menjadi sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Arga terlalu dekat. Terlalu hadir. Terlalu... memiliki. Tapi apakah itu cinta, atau sesuatu yang lebih menakutkan.
All Rights Reserved
#404
obsessive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines