Bukan Aku Pembunuhnya

Bukan Aku Pembunuhnya

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 18, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
atela tidak tau apa yang terjadi di malam ketika hujan turun membasahi kota kelahirannya. suasana sunyi dan tenang seperti malam-malam biasa, tapi ketika jam menunjukan pukul 12, suara sirine mobil polisi terdengar sangat nyaring membuat suasana yang tadinya sunyi dan tenang tiba-tiba saja berubah menjadi kacau dan mencekam. lampu-lampu dari kendaraan polisi menyinari dinding-dinding bangunan tua yang basah memantul di genang air seperti kilatan petir. dari celah tirai kamarnya, atela bisa melihat beberapa orang berlarian di ujung jalan, sebagian membawa payung, sebagian hanya mengenakan mantel tipis dan wajah panik. lalu ia melihat sesuatu yang membuatnya terdiam. di tengah kerumunan tubuh seseorang digotong oleh dua petugas, terbungkus plastik hitam. di sanahlah atela menyadari bahwa dirinya seharusnya tidak melihat sesuatu yang tidak dia lihat. dalam sunyi yang turun bersama hujan, pembunuh itu tak hanya merenggut nyawa.... tapi juga kewarasan atela.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello, Mr. Mafia!
  • Bound to Him
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • SHEA SANG FIGURAN
  • My Perfect Model ( Republish )

Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah. Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap? Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya. Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya. Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik. "Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!" ••• This is my first story, don't plagiaze it!

More details
WpActionLinkContent Guidelines