Beberapa kisah ditulis untuk menghibur. Tapi kisah ini... bisa membunuh.
Eira Lysander adalah penulis thriller yang hidup dalam bayang-bayang fiksi yang ia ciptakan. Saat para penulis terkenal mulai ditemukan tewas dengan cara yang persis seperti dalam draft novelnya yang belum pernah diterbitkan, Eira tahu: ini bukan kebetulan.
Di tengah paranoia, ia dipaksa bekerja sama dengan Riven Drake - mantan kekasihnya yang juga mantan profiler kriminal, pria yang meninggalkannya tanpa penjelasan lima tahun lalu. Bersama, mereka menelusuri jejak pembunuh yang tahu terlalu banyak... dan seolah membaca isi pikirannya.
Tapi bagaimana jika pelakunya adalah seseorang yang lebih dekat dari yang mereka duga? Dan bagaimana jika cinta lama justru membawa mereka semakin dekat ke bahaya?
"Nocturne in Ashes" adalah kisah tentang luka lama, rahasia yang terkubur, dan cinta yang menyala di antara abu.
⚠️Cerita ini adalah karya fiksi.⚠️
Semua karakter, tempat, dan kejadian yang digambarkan dalam cerita ini sepenuhnya merupakan hasil imajinasi penulis.
Setiap kesamaan dengan nama, kejadian, atau individu nyata adalah kebetulan semata dan tidak disengaja.
Cerita ini mengandung unsur thriller psikologis, misteri pembunuhan, serta tema hubungan emosional yang ditujukan untuk pembaca usia remaja hingga dewasa.
Silakan membaca dengan kebijaksanaan masing-masing.
Seluruh hak cipta cerita ini dimiliki oleh penulis dengan nama pena Aysel Whitemoor.
Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster.
Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam.
"Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya.
"Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella."
Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."