Avocado Glacies

Avocado Glacies

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Ne, Lo percaya ngga, kalau manusia kayak kita itu ngga pernah mati?" "Ngga." "Percaya aja sii!!" "Ngga ada manusia yang mampu abadi walaupun dia mau, Kha" "Gua bisa." "Lo punya cara?" "Kalau di tangan Lo, Gua bisa lama di bumi, Ne." "..." _______________________________________________________________________________ Namanya Neyra. Kata Rakha, Neyra itu harapan yang menakjubkannya sangat. Melebihi kapasitas. Tapi bagi Neyra, harapannya untuk Rakha adalah tunggal. "Rakha, senyum Lo itu sekarang punya kapasitas ganda. Dari gua semoga cukup." -ne _______________________________________________________________________________ Tapi bagaimana jika harapan yang melebihi kapasitas itu, akhirnya punya masa untuk habis?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines