Masih Tentang Dia [Puisi]

Masih Tentang Dia [Puisi]

  • WpView
    Leituras 502
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Capítulos 24
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mar 28, 2026
Sejak kehilanganmu. Sekarang, aku tidak punya tenaga untuk jatuh cinta lagi. Kamu adalah definisi jatuh cinta paling sempurna, sekaligus menjadi penyebab luka yang membuatku trauma. Follow akun Instagram: Windaynn_ Follow akun TikTok: windayn_
Todos os Direitos Reservados
#573
puisi
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • My Wish
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Sebaris Rasa Untuk Tuan
  • Ruang Persinggahan
  • PEREMPUAN GILA
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Rembulan Yang Sirna
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo