We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tinta Menyimpan Segalanya [END]

Tinta Menyimpan Segalanya [END]

  • WpView
    Reads 318
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[ 𝐂𝐡𝐚𝐥𝐥𝐞𝐧𝐠𝐞 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝟑𝟎 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐀𝐫𝐞𝐚 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 ] Aku dengan skeptis mengira naskah yang disodorkan padaku hanya tulisan biasa. Naskah yang dikirim dari remaja penuh mimpi-palingan cuma halu-bernama pena Feronia. Kalau cerita seperti itu lolos terbit, pasti satu-satunya alasan adalah ramainya pembaca dan genrenya pasaran. Aku sudah lelah dengan penerbit sekarang yang lebih fokus pada uang hasil pembelian daripada kualitas yang diterbitkan. Tapi naskah itu berbeda. Berisi mimpi tak terucap. Luka yang disembunyikan. Dendam yang tak terbalaskan. Dan juga, hal yang tak bisa dikatakan. Apa yang ingin Feronia katakan pada dunia? !! Cerita ini murni fiksi. Bila ada kesamaan dalam cerita ini, maka hal tersebut hanyalah kebetulan yang tidak disengaja !!
All Rights Reserved
#10
editor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Target Si Supir [END]
  • PROYEK SATU TAHUN
  • "Liburan" Bonus Suami
  • After the Fall
  • Trouble Maker[END]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • The Pinky Boy

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines