Kamu Sebelum Aku

Kamu Sebelum Aku

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 23, 2025
[WARNING ‼️: KARYA INI TIDAK UNTUK DIPLAGIAT] Rayan hanyalah seorang remaja pintar biasa yang hidup bersama neneknya. Sampai suatu hari sebelum masuk ke sekolah barunya... Ia tiba-tiba memiliki ribuan pertanyaan mengenai eksistensinya sendiri yang berakar dari "kemampuan spesial" yang hanya dia punya, tiba - tiba muncul sekarang. Sejak saat itu... caranya dalam memandang dunia pun mulai berubah. Neneknya melihat Rayan seolah dirasuki oleh orang lain dikarenakan perubahan sikapnya yang drastis. Padahal secara umum, orang-orang biasa maupun anak seumuran Rayan tidak selalu berpikir secara filosofis dengan mendalam mengenai pertanyaan kehidupan seperti Rayan. Apakah ini tanda bahwa bagian dari dirinya mulai tumbuh dewasa?... Atau justru... ada suatu kesadaran yang sedang tumbuh di dalam dirinya? ------------------------------------ Cerita ini membahas apa artinya untuk menjadi "nyata" dari perspektif saya (Author). Bagaimana bila suatu hari saat kamu bangun tidur, hal pertama yang kamu sadar dan pelajari adalah napasmu dan detak jantungmu? Dan... apa jadinya jika 'sesuatu' yang tidak bisa merasa malah ingin belajar untuk merasa?
All Rights Reserved
#933
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines