A Fanfiction.
Bagaimana jika kau terbangun di dunia yang hanya seharusnya ada dalam cerita? Cerita yang bahkan hanyalah sebuah fiksi.
Faith Willow tak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah membaca ulang buku kelima Harry Potter. Dalam sekejap, ia bukan lagi gadis biasa yang tinggal di flat kecil yang tepatnya di London.
Ia tiba-tiba terbangun di Hogwarts, di tubuh seorang gadis ravenclaw yang bahkan tak pernah disebutkan dalam cerita fiksi karya J.K Rowling ini.
Tak ada petunjuk, tak tau cara pulang. Yang ada hanyalah Hogwarts yang nyata, Semua karakter yang dulu hanya bisa ia baca di halaman buku kini benar-benar nyata, berdiri di hadapannya. Sosok-sosok fiksi itu kini bisa ia lihat, dengar, bahkan dapat merasakan keberadaannya.
Dan lebih mengerikannya lagi, karakter yang ia sangat benci, yaitu Draco Malfoy perlahan mulai memperhatikannya.
Namun bukan memperhatikannya karena kagum, melainkan dengan hinaan, kecurigaan, dan tatapan tajam yang membuat Faith sulit bernapas.
Di tengah usaha menyembunyikan identitas aslinya, Faith harus mempelajari siapa sebenarnya Ivy Moore. Si gadis asing yang tubuhnya kini ia tempati, dan berhadapan dengan karakter terangkuh, yaitu Draco Malfoy.
Apakah semua ini kecelakaan? Sebuah kutukan? Atau justru... bagian dari kisah yang belum pernah ditulis?
Ia harus mencari tau apa yang terjadi padanya, dan harus mencari tau jalan pulang ke dunia nyata. Selain itu, yang perlu dia lakukan juga adalah menjaga alur asli dari kisah ini, tanpa mengganggu alur canon yang telah dituliskan. Seharusnya itu gampang, kan...? Ia tak seharusnya mengubah alur canon.
Dan...apakah dia bisa kembali ke dunia nyata? Atau akan terjebak disini selamanya?
Start 29 Juli 2025
⚠️ Semua tokoh milik J.K Rowling, kecuali OC.
⚠️ Contains Harsh Word.
⚠️ Do not republish or translated this story in another platform
@WritterPotter
Dewandra sudah memikirkan secara Matang bahwa ia tidak akan menikah, 25 tahun ia mengabdikan dirinya menjadi seorang tentara yang setia dan melindungi negara tercinta.
Hingga di umurnya yang ke 41 tahun ia di angkat menjadi seorang pemimpin dan menyandang RI 1, selama 2 tahun masa jabatannya setelah lengsernya sang ayah yang merupakan President ke 8, Dewandra tidak pernah memikirkan sekalipun tentang sebuah pernikahan dan kehidupan dengan seseorang.
Namun ternyata takdir berkata lain, di tanggal 17 Agustus tahun 2025 di acara kemerdekaan RI matanya tak sengaja menatap seorang gadis berkebaya putih dengan kain batik berwarna merah, rambutnya di gerai indah dan senyum manis ramah yang menawan.
Ia hanya menatapnya sekilas namun sampai sekarang wajah gadis itu tidak bisa hilang dari ingatannya.
Dia Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti, Anak tunggal dari salah satu Mentri di kabinetnya.