Jejak Langit di Kurukshetra

Jejak Langit di Kurukshetra

  • WpView
    Reads 4,241
  • WpVote
    Votes 505
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2026
Seorang gadis Muslim era modern yang cantik dan salehah dari abad ke-21 terlempar ke masa lalu - tepat pada zaman era Mahabharata. Masa sebelum terjadinya konflik antara Pandawa dan Kurawa, dia harus menyembunyikan jati dirinya, memahami budaya masa itu, dan mencari alasan mengapa dia dikirim ke era yang merupakan kepercayaan hindu - apakah untuk mengubah takdir atau justru belajar dari sejarah? #murni pemikiran sendiri!! #muslim oc girl!!
All Rights Reserved
#21
fanfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengubah Takdir
  • Sang Dewi Cahaya
  • cahaya alam semesta
  • Once again with you  (Kibutsuji Muzan x Oc)
  • Dinasti kuru
  • OnePice World | CeGil Nya zoro
  • Aku Hanya Orang Lewat, Jangan Dekati Aku!
  • Precious [Namikaze Yui]
  • Zoro x OC//One Piece Fanfic
  • Kisah ku (Minato x Reader) - END

"Aku terlahir dari sebuah bara dendam, terlahir dengan cara yang tidak diharapkan. Aku diibaratkan sebuah kegagalan yang tanpa sengaja dibalut keberuntungan." "Mungkin takdirku memang seperti ini, selalu hidup seperti bayangan, di mana pun aku menginjakkan kaki. Bayangan yang hanya muncul dikala gelap datang, dan bayangan yang tak pernah ingin dilihat," ia berucap dengan tenang, seolah itu hanyalah kalimat biasa, yang tak pernah membuatnya terluka. "Jika Kau terlahir dengan cara yang tidak diharapkan, maka hiduplah sebagai satu-satunya harapanku. Dan jika kau adalah kegagalan dimata orang lain, maka akan kujadikan dirimu sebagai anugerah terindah dalam hidupku," perlahan tangannya terulur menggenggam tangan Chhaya dengan lembut. "Dan ingat satu hal lagi, kau adalah bayangan indah yang selalu kunanti kedatangannya." Hembusan angin malam yang harusnya terasa dingin, kini tertutupi oleh hangatnya pengakuan tulus seseorang. Dan perlahan-lahan angin takdir mulai berubah arah, ntah ke arah yang lebih buruk, atau malah sebaliknya. *Cerita ini hanyalah fiktif belaka, dan sekedar untuk hiburan. Sama sekali tidak berkaitan dengan kejadian atau tokoh nyata dalam kisah asli Mahabharata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines