Perayaan Kematian

Perayaan Kematian

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 21, 2025
Tentang semua rasa untuk merayakan Kematian Setiap orang punya cara menyembunyikan luka. memilih topeng senyuman, tawa di pesta, dan sapaan hangat di keramaian. Tapi di balik itu semua, mereka hidup dalam kehampaan. Setiap kesedihan disimpan rapi, seperti koleksi luka yang tak pernah ia bagikan pada siapa pun. "Perayaan Kematian" bukan sekadar cerita tentang kehilangan, melainkan sebuah perjalanan merayakan setiap bentuk kesedihan-dari patah hati yang tak selesai, rasa hampa yang tak berujung, hingga depresi yang dipeluk diam-diam. Ini adalah perayaan. Tapi bukan perayaan kehidupan-melainkan perayaan atas luka, sunyi, dan semua hal yang membuat manusia merasa hidup, meski dengan cara yang menyakitkan. Ditulis dengan lirih dan jujur, novel ini adalah cermin bagi mereka yang pernah merasa sendiri di tengah keramaian. Dan sekali lagi ini adalah perayaan. "Perayaan Kematian"
All Rights Reserved
#923
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines