Lux in Tenebris

Lux in Tenebris

  • WpView
    LETTURE 31
  • WpVote
    Voti 8
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, lug 31, 2025
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Aku pernah percaya, lalu dihancurkan. Aku pernah mencinta, lalu ditinggalkan dengan luka yang diam-diam tumbuh menjadi trauma. Tapi dari semua gelap itu, aku akhirnya menemukan cahaya- seseorang yang tak meminta untuk dipercaya, tapi membuatku ingin mempercayai lagi." - Elara Elara percaya bahwa cinta hanya akan membawa luka. Setelah dikhianati oleh orang yang ia pikir akan menjadi rumah terakhirnya, kepercayaan bukan lagi sesuatu yang mudah ia beri. Hidupnya berjalan dalam bayang-bayang trauma-penuh kehati-hatian, penuh dinding yang tinggi. Hingga dia bertemu Raka. Laki-laki itu tidak datang membawa janji. Tidak datang menawarkan "aku takkan menyakitimu". Dia hanya datang... dan tinggal. Dengan caranya yang tenang, sabar, dan nyata, Raka perlahan menyinari ruang-ruang tergelap di hati Elara. Namun bisakah seseorang yang patah seutuh itu benar-benar sembuh? Apakah cahaya yang ada cukup terang untuk menuntunnya? Sebuah kisah tentang luka yang menjadi kekuatan, dan cinta yang tumbuh di tempat paling tak terduga: di balik kegelapan terdalam.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti