Mind Games of Love

Mind Games of Love

  • WpView
    Reads 32,834
  • WpVote
    Votes 2,182
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2026
This is mind games Mind games Untill... You lose control Di sekolah, semua orang mengenal Thea Heist Avram sebagai siswi yang tenang, cerdas, dan... anehnya, selalu menjaga jarak. Bukan karena dia sombong.Tapi karena tubuhnya bereaksi terhadap satu orang. Haden Dario Abramovich. Ini bukan alergi biasa, bukan gatal yang bisa diabaikan. Setiap kali Haden mendekat, napas Thea berubah, kulitnya memanas, pikirannya kacau... seolah-olah keberadaan laki-laki itu sendiri adalah racun yang perlahan mengambil alih kendali. Dan yang lebih mengerikan? Haden tidak pernah menjauh. Ia selalu ada, di kelas, di lorong, dan di pikirannya. Semakin Thea mencoba menghindar, semakin kuat sesuatu menariknya kembali ke sebuah permainan halus yang tidak ia pahami, tapi terus ia mainkan. Sampai sebuah kasus terjadi. Kasus yang membuat batas antara kenyataan dan pikirannya sendiri mulai retak. Dan untuk pertama kalinya, Thea bertanya: Apakah ia benar-benar alergi pada Haden... atau selama ini, ia sudah berada di dalam kendalinya?
All Rights Reserved
#767
manipulatif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines