Simfoni : Resonansi Senja

Simfoni : Resonansi Senja

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 21, 2025
Di antara lembayung fajar dan senja kota kecil, Arkajar Habibie Orlis menyalurkan kisah rindu dalam dentingan biolanya. sedangkan Melati Senjani Arunika, dengan kuas dan warna, mencoba merangkai harap di tengah bayang-bayang luka. Ketika nada bertemu warna, lahirlah simfoni yang menggetarkan jiwa-sebuah perjalanan melintasi kesepian, kerinduan, dan penerimaan. "Resonansi Senja" mengajak Anda meresapi seni yang menjadi bahu bagi hati yang rapuh, dan melodi yang abadi dalam setiap detak kehidupan. Juli, 2025.
All Rights Reserved
#45
sajakpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines