BELUM TAPI AKAN

BELUM TAPI AKAN

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 19, 2026
Nayla Azzahra Putri, 23 tahun, berada di titik hidup yang serba menggantung-karier yang belum pasti, hubungan yang belum jadi, dan perasaan-perasaan yang belum sempat disampaikan. Nayla menjalani hari-hari penuh canda, tangis, dan percakapan mendalam yang terkadang lebih jujur dari diri sendiri. Di tengah perjalanan mencari arah, Nayla bertemu dengan empat pria di waktu dan tempat yang berbeda: satu yang pernah dekat tapi tak sempat jadi, satu saat tugas kuliah, satu saat mendaki gunung, dan satu lewat dunia maya. Setiap pertemuan menyisakan tanya-tentang siapa yang benar-benar tinggal, dan siapa yang hanya lewat. "Belum Tapi Akan" adalah kisah mellow yang mengajak pembaca merayakan fase menggantung dalam hidup-tentang keberanian untuk belum tahu, tapi tetap percaya bahwa pada waktunya, semua akan menemukan tempatnya. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini adalah cerita tentang perjalanan pulang: ke hati, ke sahabat, ke diri sendiri.
All Rights Reserved
#90
belum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines