Satu Nama Di Atas Kertas

Satu Nama Di Atas Kertas

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 19, 2026
Chiara Fransiska Leonor. Anak perempuan dari keluarga terpandang. Calon pengantin dari perjanjian lama. Sejak kecil, takdirnya sudah ditulis yaitu menikah dengan Elvano Ezra Levanior putra dari keluarga levanior yang bahkan belum pernah ia temui. Mereka dijodohkan demi dua kehormatan dan dua nama besar. Tapi ketika masa pertemuan itu tiba, Chiara menyadari bahwa ia tidak mencintai laki-laki itu. karena untuk menumbuhkan rasa cinta, tidak semudah perjanjian yang tertulis. Apakah ia akan patuh pada garis takdir atau menciptakan jalannya sendiri ?.
All Rights Reserved
#282
ramein
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Trouble Maker
  • Halo, Kanael!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Rekomendasi cerita wattpad
  • ELION (bl)
  • Target Si Supir
  • Perihal Cinta, Kita Semua Bodoh dan Buta
  • SASKARA: The Authority

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines