Remove the Wound Anchor

Remove the Wound Anchor

  • WpView
    MGA BUMASA 13
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Nov 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Rate: 18+ (Terdapat adegan selfharm, kata kasar, dll) Genre: Teenfiction Terkadang, Zelia merasa mimpinya terlalu sederhana, terlihat mudah untuk digapai, tetapi nyatanya tersentuh pun tidak. Terkadang, Zelia berpikir apakah ada manusia yang bermimpi sesederhana tetapi rumit seperti dirinya? Lalu, apakah dia akan peduli dengan penilaian orang-orang yang menganggapnya aneh? Jelas, tidak. Mimpinya hanya satu, hidup tenang. Sederhana, tetapi tak pernah sekalipun dia bisa menggapainya. Warna Zelia itu hitam dan putih. Namun, seseorang datang ke hidupnya merusak corak warna itu. Lalu, entah bagaimana, 'ketenangan' yang selama ini dia cari-cari kini muncul mengudara, tanpa disadari. Warna-warna lain yang tak pernah dirasakan, kini berhasil membuatnya menjadi seseorang yang berbeda. Disclaimer! Cerita ini murni hasil pikiranku sendiri, masih terinspirasi dari seseorang yang tak bisa kusebutkan. Ditulis: 25 Juli 2025 Tamat: ?
All Rights Reserved
#56
fatherless
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman