Mafia Tengil

Mafia Tengil

  • WpView
    Reads 1,368
  • WpVote
    Votes 499
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Feb 6, 2026
Gue Rey cowo brandalan urakan yang gajelas masa depannya. Semua orang membenci gue kecuali ibu panti gue. One day gue nemuin fakta yang mencengangkan tentang diri gue. "Kenapa lo buang gue anjing hah"? "Gue gak sudi punya bapak kaya lu anjing". "Jangan pernah lu sekalipun, nyengol ibu gue". "Ibu gue, cuman bu Sari yang rawat gue dari kecil paham !" PAHAM KAK GEMM, AMPUN REY GALAK BENER DAH, SANTAI BANG CHILL, NGOPI DULU WKWKW.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELANG
  • My Sweet Werewolf • Shinbi's House • [End]
  • TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)
  • SIAPA DIA? (On Going)
  • Miror (21+) END✨
  • SEMICOLON (COMPLETED)
  • Pengorbanan Cinta Kevin [REPOST]
  • Jangan Tutup Dirimu
  • St. Lucifer's Ward [COMPLETE]
  • IUEBVA (masih update kok)
ELANG

Elang Rajendra Baskara. Remaja berusia 18 tahun yang bersekolah di SMA Cakrawala. Elang bukan berasal dari keluarga berada. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan tinggal hanya bertiga: bersama kakaknya, Bara, dan sang ayah, Adipati Baskara Sejak kecil, Elang tak pernah tahu seperti apa sosok ibunya. Wajahnya, namanya, bahkan sedikit pun kenangan tentangnya tidak ia punya. Hubungannya dengan Bara pun tidak akur, seringkali dipenuhi ketegangan yang tidak pernah ia mengerti sepenuhnya. Satu-satunya pelipur lara adalah sang ayah-sosok penuh kasih sayang dan ketulusan, yang menjadi pusat ketenangan dalam hidup Elang. Elang selalu merasa Bara menyimpan sesuatu tentang ibu mereka. Ia yakin kakaknya tahu lebih banyak, tapi selalu memilih bungkam. Setiap kali Elang mencoba membahasnya, Bara langsung marah. Dan alasan yang terus diulang-ulang: "Ini semua demi kebahagiaan dan ketenangan hati ayah. Jadi jangan coba-coba cari tahu tentang Mama. Itu cuma akan nyakitin Ayah!" Namun, pada suatu hari, kenyataan pahit terkuak. Kebenaran yang selama ini dikubur dalam-dalam akhirnya muncul ke permukaan-dan menghancurkan hati Elang seketika. Untungnya, ia tidak sendiri. Ia memiliki sahabat-sahabat yang hadir dengan ketulusan, yang membuat dunia ini terasa sedikit lebih hangat. Persahabatan yang dibangun dari kepedulian dan saling memahami, perlahan-lahan membantu Elang menapaki jalan yang lebih terang. Tapi... akankah persahabatan itu bertahan lama? Atau justru hancur seiring waktu dan kenyataan yang semakin rumit?

More details
WpActionLinkContent Guidelines