Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Anima Nova

Anima Nova

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 22, 2025
Di sebuah pulau terpencil di Indonesia, tersembunyi sebuah gedung penelitian genetika yang tak tercatat dalam peta manapun. Di sanalah manusia dimodifikasi sejak embrio: tinggi ideal, wajah sempurna, tanpa cacat, tanpa cela. Mereka lahir bukan dari rahim ibu, tapi dari rancangan algoritma. Kala adalah salah satu dari mereka-atau seharusnya begitu. Tapi ia berbeda. Rambutnya tak sesuai standar. Matanya terlalu gelap. Dan ia... bisa bermimpi. Dalam mimpinya, Kala melihat laut. Mendengar suara yang memanggil namanya-bukan kodenya. Dan ketika ia mulai bertanya tentang asal-usulnya, ia menemukan pintu yang seharusnya tak pernah dibuka. Di balik pintu itu, ada rahasia yang bisa mengguncang dasar dari proyek Anima Nova... dan mungkin seluruh dunia. Ini bukan sekadar cerita tentang tubuh yang sempurna. Ini kisah tentang manusia yang ingin tahu siapa dirinya-di tempat yang bahkan tak mengizinkan mereka memiliki nama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon (Pending)
  • Male lead Antagonist
  • Murid Sialan
  • Transmigrasi Cepat: Teratai Putih Kembali Populer
  • I Am In Novel?!!
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Sorry Mr. Husband (END)

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines