In Every Note

In Every Note

  • WpView
    LECTURES 3,422
  • WpVote
    Votes 1,143
  • WpPart
    Chapitres 20
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., oct. 5, 2025
[ON GOING] Alur: Maju-Mundur. --- Selama 8 tahun berpisah tidak pernah terbayangkan oleh Dito dia akan bertemu Inara di sebuah Minimarket. Gadis itu bersenandung kecil membuat jutaan memori ikut berirama. Inara, setelah pergi meninggalkan semuanya 8 tahun lalu; mimpinya, kehidupannya, sahabat, dan juga cintanya, tiba-tiba saja hadir dalam versi yang jauh berbeda. Demi mengembalikan diri Inara yang dulu, Dito bertekad mengajak Inara bernyanyi bersama dalam sebuah perlombaan. Anehnya, Dito--si Budak Korporat--merasa hidupnya juga perlahan kembali sesuai ritme setelah ia memetik gitar lama itu. Ini kisah tentang bagaimana seseorang menemukan kembali mimpinya, bagaimana seseorang sembuh dari lukanya, dan kisah tentang bagaimana mereka kembali jatuh cinta. In every note. start: 22 Juli 2025 finish:
Tous Droits Réservés
#475
indonesiamembaca
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu