Kontijensi

Kontijensi

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 22, 2025
Di usia dua puluhan, hidup sering kali tak memberi kepastian. Hanya tuntutan untuk tetap bergerak, meski tak tahu ke mana. Ia sibuk memintamu sembuh, padahal dunia tak pernah belajar menyentuh luka dengan benar. Ara mahasiswa Sastra Inggris semester akhir menjalani hidup di antara skripsi, pekerjaan freelance, dan suara-suara di kepalanya yang selalu menuntutnya jadi sempurna. Dibesarkan oleh orang tua yang hanya menghargai hasil, Ara tumbuh jadi sosok yang sinis, cerdas, dan mandiri tapi kesepian. Bima seorang koas kedokteran, terjebak dalam siklus jaga-makan-ngantuk-laporan. Di balik senyuman sarkastis dan kelakar gelapnya, dia nyimpan luka yang belum pernah sempat dia obati. Satu terbiasa membaca tubuh yang sakit. Satu lainnya terbiasa membaca dunia yang tak adil. Mereka bicara dalam bahasa yang berbeda, tapi sama-sama mencari tempat yang bisa membuat napas terasa ringan. Mereka tidak ditakdirkan. Tapi mereka saling menemukan, dalam ruang abu-abu yang tak bernama dan saling mengganggu ritme satu sama lain. Ini adalah cerita tentang kontinjensi tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi bukan karena seharusnya terjadi, tapi karena tidak ada yang benar-benar bisa mencegahnya. Dan mungkin, itu cukup.
All Rights Reserved
#326
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines