We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Empowered
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 15, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
[ Warning ⚠️ : Cerita ini hanya lah sebuah fiksi tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata, jika ada kemiripan dengan orang atau dunia nyata, itu hanya kebetulan! ] Dibalik dunia yang selalu menganggap wanita hanyalah makluk lemah dan tidak dapat melakukan apapun kecuali menangis, pekerjaan rumah, dan hanya pantas didapur untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dengan gelar Housewife. Namun, Celeste Lavelle adalah bukti nyata bahwa dia bukanlah wanita yang mudah mereka tindas dan dianggap mainan Dengan ke ahlian dalam memanipulasi lawan dan kecerdasan tingkat tinggi, Celeste selalu mengabaikan batasan norma busuk yang palsu selalu mengekang para wanita untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan isi hati mereka dibalik kata-kata wanita harusnya patuh dan diam diri. Dia tidak hanya mentargetkan seseorang yang berbahaya, tetapi dia adalah bukti dari para wanita yang selalu mereka bungkam. Dalam perjalanan yang penuh dengan kepalsuan, pengkhianat yang memuakkan, dia tidak hanya diincar tapi dihakimi oleh para penganut masyarakat patriarki ( cover? saya sendiri membuatnya langsung digemini dengan memanfaatkan AI , dan edit di Canva )
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Just A Name
  • The Baby Of Valderic
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Stay with you? Really?
  • Ferrell Harland Natio
  • Force to Marry the Devil
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Heir of 24 Hours

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines