Akhir dari sebuah luka

Akhir dari sebuah luka

  • WpView
    Reads 743
  • WpVote
    Votes 334
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 5, 2025
cerita ini melanjutkan dari season 1 yang berjudul Air mata seorang anak dan season 2 yang berjudul sisa Air mata untuk cerita ini konfliknya lebih parah dari season sebelumnya. "Airin sakit ternyata jadi elu sebelum lu pergi,maafin gue Airin."lirih Merah. "Merah sejahat lu ke gue....gue tetap nganggap lu sahabat gue."Balas Sosok Airin. jika kalian gak mengerti alur ini bacalah dari season 1 dan saya bilang 1 hal bahwa cerita yang season sebelumnya sudah dijadikan audiobook.
All Rights Reserved
#656
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines