GUBUK REYOT [TERBIT] ✓

GUBUK REYOT [TERBIT] ✓

  • WpView
    Reads 460,703
  • WpVote
    Votes 62,492
  • WpPart
    Parts 69
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 2, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Ghosts and Hauntings
Creatures and Legends
Fantasy
"Kalo bangunan itu ternyata ada penunggunya gimana? Ini aku nanya serius, aku masih mikirin masa depan kita loh," kata Alif, nadanya seperti orang yang sedang mengajukan pertanyaan untuk rapat penting, bukan ekspedisi iseng. "Udah nyampe sini, percuma kamu ngomong gitu. Kita tau setelah kita periksa. Ayo," balas Alfian santai, lalu menepis-nepis ilalang dan mulai membuka jalan. Mereka menerobos masuk, daun-daun ilalang berdesir kasar menyapu lengan dan wajah. Begitu sampai di halaman, semua berhenti. Bangunan itu ternyata jauh lebih besar dari perkiraan. Tinggi, berlantai dua, dengan jendela-jendela tinggi yang seolah mengawasi mereka. Dindingnya tua, kelabu, dan bergaya seperti rumah bangsawan abad lalu, tepatnya, seperti rumah keluarga vampir yang berbaur diam-diam di tengah manusia. Setidaknya, begitu yang dilihat Galang, Alif, Alfian, Damar, dan Janu. Namun bagi Bagas dan Javier, pemandangannya sama sekali berbeda. "Lah? Cuma gubuk reyot?" celetuk Bagas, nada bicaranya polos. - Jaesalee, 2025 #2 nctlokal (10082025) #2 ooZ (10082025) #7 persahabatan (10082025) #1 hororkomedi (030925) #5 jeno (231025) #1 chenle (051225) #1 00ldream (051225) #1 persaudaraan (040126) #3 nctdream (150126)
All Rights Reserved
#16
humor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • 4 Pangeran Nocturna (Blood & Rebellion) (TERBIT) ✓
  • SARING SAYANG
  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • Melody In Ramadan (TERBIT) ✓
  • FORGET ME NOT
  • Behind The Scene
  • GARIS TENGAH ✓

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines