MIRELLE MIRANDA

MIRELLE MIRANDA

  • WpView
    LECTURES 10,924
  • WpVote
    Votes 1,840
  • WpPart
    Chapitres 79
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé sam., févr. 28, 2026
[ 📚🎖 WIAIndonesia Reading List 2025 Periode #9] Kau tahu décasa? Mereka adalah para manusia terpilih, yang memiliki kemampuan istimewa dalam diri mereka. Kaum ini besar dalam dimensi mereka casa décasa. Mereka hidup dengan damai menjaga para manusia dari makhluk bawah. Mereka wajib bertindak, jika para penghuni dunia bawah keluar dari batas lingkup yang ditentukan, dan membuat kekacauan. Jelas, ketika itu terjadi mereka tak boleh tinggal diam. Namun belakangan ini Kaum Décasa sibuk. Sibuk sekali. Mereka sibuk mengurus semua masalah dalam dimensi mereka sendiri. Sibuk mencari perhatian, sibuk menjadi yang terbaik, sibuk untuk menjadi yang berkuasa, dan sibuk menyambut era baru Keturunan Décasa Legendaris. Dan kini, Mirelle Miranda Casa Dé Luca yang angkuh harus terjebak dalam keturunan langka itu. Menerima kehormatan dan menjaga perdamaian dan keseimbangan dari siapapun yang mencoba menghancurkannya. Tak pantas menolak, karena semesta memilihnya. copyright© 2025, patraniahestia
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Reason Is: Galaksi
  • Infinity  Darkness
  • The Way I Killed You
  • The Other Woman / Jung Jaehyun (end).
  • MADYANTARA [On Going]
  • The Art of Pursuing You
  • Kidung Pralaya [TAMAT]
  • Happy (N)ever After
  • The Bride Who Never Was
  • UNDER THE SUN

Namaku Aleta. Anak tunggal dari petinggi cartel di sebuah kota yang menjadikan darah sebagai mata uang kekuasaan. Aku tumbuh besar ditemani suara pelatuk yang sejak kecil memenuhi telingaku, suara yang seharusnya membuatku gentar, namun dipaksa menjadi bagian dari hidupku. Dan tanpa seorang pun sadari, dentuman-dentuman itu berubah menjadi luka yang terus menua bersamaku. Kupikir, luka yang kupikul sudah cukup untuk membuatku hancur. Namun, di kota baru ini, aku justru dipertemukan dengan seorang pemuda yang hadirnya bagai cahaya, seakan ia tahu caranya menghidupkan kembali bagian diriku yang telah mati. Galaksi. Ia hadir dengan tawa sederhana, papan skate di tangannya, dan dunia penuh warna yang membuatku percaya... bahwa hidup masih layak dijalani. Tapi aku lupa satu hal. Bahwa setiap cahaya... selalu meninggalkan bayangan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu