Our Healing Script

Our Healing Script

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 25, 2025
Pamela Rae menulis cinta dengan sticky notes warna-warni dan senyum yang selalu berusaha menenangkan badai siapa pun. Lucas Hale menulis luka dengan tinta hitam pekat, menolak percaya bahwa pelukan bisa menyembuhkan apa pun selain rasa kesepian sementara. Pam adalah pagi yang lembut dengan kopi susu hangat. Lucas adalah malam yang sunyi dengan kopi hitam yang pahit. Dua jiwa yang dipaksa menulis satu drama romance, menenun kata demi kata dari dunia mereka yang saling bertabrakan. Bagi seorang Pamela, cinta berarti menulis ribuan kata "kamu pantas dicintai" tanpa berharap balasan. Bagi Lucas, cinta berarti menunggu seseorang yang tak pernah datang, setidaknya hingga Pamela hadir dengan sticky notes warna-warninya, menempel di cangkir kopinya yang dingin. Dan di antara mesin ketik yang menua, draft tragedy yang tak pernah usai, dan hujan yang menatap diam di balik jendela, mereka belajar satu hal: Kadang cinta bukan tentang bukan hanya tentang bagaimana endingnya. Kadang cinta adalah tentang dua orang hancur, yang berani menulis ulang hidup mereka... bersama. [𝐂𝐇𝐀𝐋𝐋𝐄𝐍𝐆𝐄 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐋𝐈𝐒 𝟑𝟎 𝐇𝐀𝐑𝐈 𝐀𝐑𝐄𝐀 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑]
All Rights Reserved
#48
cinlok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines