Lembaran Hidup - Hendery WayV

Lembaran Hidup - Hendery WayV

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 8, 2025
Hanzel Rivandi Alvaro. Sebagaimana layaknya manusia pada umumnya, Hanzel memiliki cerita disetiap harinya. Lewat cairan yang tergores disebuah kertas, Hanzel mengungkapkan perasaanya. Dengan banyaknya alur yang tak sejalan dengan harapan, serta berbagai hal kecil yang memiliki arti berharga bagi dirinya. Atau suara omelan Devan yang tak ada henti-hentinya akibat ulah dirinya atau Arkan. " ASTAGFIRULLAH! LU MAU DIEM ATAU GUA LEMPAR KE RAWA?" Devan sudah mengelus dadanya sejak tadi. " Maunya dikasih motor baru," kata Hanzel santai. " DASAR SEDENG!" umpat Devan seraya menuju kamarnya. " Makasih, aku emang ganteng," balas Hanzel tak nyambung. " BENERAN SEDENG!" " Gak bisa diem banget lu berdua! Tetangga dateng baru tau rasa lu!" ucap Lintang yang sudah pusing dari beberapa waktu lalu. Sudahlah pusing kepalanya, ditambah pula teriakan adiknya yang seperti monyet lepas kandang.
All Rights Reserved
#103
xiaojun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • Dua Langit Berbeda
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Stealing My Husband
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • MOTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI
  • Unexpectedly Yours

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines