AZIEL LANGIT GALENDRA
Aziel Langit Galendra. Ia adalah anak dari seorang pengusaha terkenal, bahkan nama keluarganya telah dikenal sampai ke luar negeri. Tapi meskipun berasal dari keluarga terpandang, Aziel tak pernah benar-benar tahu apa itu kasih sayang-baik dari seorang ayah... maupun dari kakak-kakaknya.
Semenjak sang ibu meninggal dunia, semuanya berubah. Ayahnya berubah-sikap, nada bicara, bahkan cara memandang Aziel pun tak lagi sama. Bukan hanya ayahnya... semua kakaknya pun ikut berubah. Mereka mengacuhkan Aziel, seolah kehadirannya adalah kesalahan besar. Bahkan tak jarang... tangan mereka mendarat ke tubuh Aziel, tanpa ragu.
Aziel hanya bisa menangis, memeluk tubuhnya sendiri dalam diam. Ia tidak mengerti. Kenapa ayah dan kakak-kakaknya begitu membenci dirinya? Kenapa mereka selalu menyebutnya sebagai pembunuh ibu?
Padahal Aziel sudah berulang kali menjelaskan. Sudah berusaha meyakinkan mereka... bahwa dia bukan penyebab kematian sang ibu. Tapi tidak ada yang percaya. Tidak ada yang peduli. Yang tersisa hanyalah tatapan penuh benci... dan luka yang tak pernah sembuh.
Aziel lelah.
Sangat lelah menjalani semuanya. Terlebih, ia juga harus berjuang dengan sakit yang terus menggerogoti tubuhnya-kanker otak stadium dua. Sendirian. Tanpa pelukan. Tanpa pengertian.
Haruskah Aziel pergi saja dari semuanya?
Atau... haruskah ia tetap bertahan-meskipun harus menopang semua luka, semua beban, dan semua tangis itu seorang diri?
halo semuanya aku balik lagi dengan cerita baru dan ini semua karangan aku ga gaada sangkut pautnya sama cerita orang lain
and enjoyy...