Crush with Claws

Crush with Claws

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Karena kadang ... yang galak cuma butuh satu orang gila yang tahan digigit." Ini tentang Magerland Nataprawira, laki-laki yang terkenal ramah, supel, dan gampang akrab sama siapa aja. Gayanya santai, tapi kelakuannya sering bikin orang geregetan. Tapi segalanya jadi makin seru sejak ia ketemu seorang gadis galak, yang katanya nggak bisa hidup tanpa susu kotak. Namanya Arsyla Khanza. Cantik, tapi punya kepribadian yang nggak bisa ditebak. Kadang baik, kadang pendiam. Kadang sensian, kadang barbar. Hidupnya mirip bunglon. Berwarna, berubah-ubah, dan susah didekati. Tapi justru itu yang bikin Syla terlalu menarik untuk diabaikan. Gerlan punya satu misi pribadi: Ngebuat cewek galak ini jatuh cinta padanya. Komplit sudah, Gerlan si manusia rese bertemu dengan Syla si cewek galak yang suka marah-marah.
All Rights Reserved
#150
rese
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines