Di usia 28, Saira Rein hidup di dunia yang selalu menuntutnya tampil sempurna. Rambutnya bisa berubah warna tiap putus cinta, dan hatinya dipenuhi bekas-bekas mantan yang meninggalkan luka berbeda-beda. Ia belajar menyenangkan semua orang hingga kadang lupa siapa dirinya sendiri.
Ketika keluarganya mempertemukannya dengan Renavaro Dastan, pengusaha muda perfeksionis, Saira merasa menemukan pasangan ideal. Tapi perhatian Renavaro perlahan berubah menjadi tuntutan terselubung, sampai Saira mempertanyakan nilai dirinya dan mengambil keputusan yang bisa ia sesali selamanya.
Di tengah kekacauan itu, muncul Naresta Vadian, musuh masa kecil yang kini menjadi sosok tenang, jujur, dan hangat. Ia melihat Saira apa adanya, tanpa menuntut, tanpa menghakimi. Perlahan, Ares membuka pintu bagi Saira untuk menemukan kembali dirinya yang bukan untuk orang lain, tapi untuk dirinya sendiri.
Di antara mantan-mantan, tekanan keluarga, dan hubungan yang tampak sempurna, Saira harus menemukan jawaban.
Apakah ia akan terus mengikuti ekspektasi orang lain... atau berani menjadi dirinya sendiri?
"Niskala, ayo menikah. Pernikahan kontrak, gue bayar berapa pun yang lo mau, asal masih wajar."
Niskala hampir tersedak kue.
"Bukan, bukan sama gue. Sama om gue."
***
Sandwich generation, diselingkuhi pacar, baru saja kehilangan pekerjaan, terancam kehilangan tempat tinggal dan tergiur sejumlah besar uang membuat Niskala menerima tawaran pernikahan kontrak selama setahun dengan Samudra. Omnya Segara yang umurnya tidak terpaut jauh dengannya.
Sejak awal Samudra menegaskan, ia hanya butuh status menikah, bukan istri. Jadi mereka hanya perlu tinggal serumah tanpa perlu mencampuri urusan satu sama lain. Awalnya Niskala kira gampang, tapi kok ya lama-lama bikin sering makan hati juga. Apalagi Segara mulai sering ikut campur dalam pernikahan om dan tantenya.
Yang tidak Niskala sadari, dia, Samudra dan Segara terikat oleh sebuah benang merah, bahkan sejak bertahun tahun sebelumnya.
Ketika benang merah itu, dan juga perasaannya, semakin kusut dan hampir mustahil untuk diurai, haruskah dia meminta cerai sebelum waktu kontrak mereka habis?