"Busur hanyalah kayu dan senar, namun kehendakmu lah yang memahat lintasan panah menuju takdirnya." Bianca.
ketika impianmu yang sedikit lagi bisa dicapai harus pupus karena keluarga yang tidak menyukainya, pemanah atau bisa juga disebut archer itulah cita-cita yang Aca inginkan tapi semua hanya tinggal angan-angan.
Bagaimana bisa passion yang begitu kuat, impian yang sudah ia bangun dengan keringat dan air mata, harus menyerah pada restu yang tak kunjung datang? Dalam kehancuran ini, Aca tak tahu harus mencari ke mana lagi kebahagiaan yang ia dambakan. Ia hanya tahu, impiannya telah terpanah, dan ia terperangkap dalam pilihan sulit antara mengejar mimpinya atau memenuhi harapan keluarga.
Todos os Direitos Reservados