Tiga Sudut Rumah

Tiga Sudut Rumah

  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 30, 2025
Terkadang, ada bagian dari kehidupan ini yang tidak membutuhkan akal sehat, cukup dijalani dan biarkan itu mengalir seadanya. Di sudut rumah Ambu, banyak harapan yang Wiranata sampaikan pada penghuni langit. Wiranata ingin tinggal di sudut rumah yang sama lagi bersama keluarganya yang kini tinggal di sudut rumah berbeda. Sebagai anak pertama, Wiranata merasa punya tanggung jawab memberikan yang terbaik dari yang paling baik. Untuknya dan untuk adik-adiknya nan jauh di sana. Bayang-bayang kehidupan dewasa dengan label anak pertama dari orang tua yang bercerai tidaklah mudah. Wiranata merasa kalau orang tuanya berusaha menyembuhkan luka merasa masing-masing setelah membuat keputusan tanpa melibatkan sudut pandang anak-anaknya. Bukan karena orang ketiga atau masalah ekonomi yang merusak kewarasan, orang tuanya bercerai karena alasan tidak adanya dukungan satu sama lain perihal pekerjaan. Terkadang Wiranata bertanya pada rintik yang jatuh sebelum senja dijemput petang, "Mengapa diantara banyaknya akses jalan, aku harus bertanggungjawab atas jalan yang tidak pernah aku kehendaki."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • JEEVANA
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • I Want to Live [END]

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines