Winara kira menjadi asisten pribadi hanya akan mengurusi seputar urusan pekerjaan saja, tapi ternyata warna dasi, warna kemeja, bahkan memilih tempat makan soto ayam juga menjadi tugasnya.
Menjadi PA dari THE Greatest Narenda Wiratama Hadiwijaya cukup menguras tenaga dan emosi, tapi untung saja nominal gajinya yang ia terima selalu bisa membuatnya tersenyum lebar.
Part paling menguras tenaga saat menjadi PA Menteri muda itu bukan dibagian schedule Narendra yang menumpuk atau panggilan wartawan yang setiap hari masuk ke log panggilan di ponselnya, tapi tingkah rewel atasannya yang selalu berhasil membuatnya mengelus dada.
"Jacinta, besok saya golf tapi bosen deh ditempat biasa, cariin tempat yang oke ya Jacinta."
"Jacinta, ini bukan kopi saya yang biasanya ya?"
"Jacinta, saya mau beli kuda yang lebih ganteng dari Roxy, coba kamu cariin dong."
"Jacinta, baju kamu dan saya kurang matching, saya aja deh yang ganti."
"Jacinta, minggu ini saya mau full seharian dirumah."
Jacinta ini Jacinta itu, Winara sudah hapal diluar kepala permintaan aneh-aneh atasannya itu.
Raya, hanya karyawan biasa. Dengan gaji yang hanya bisa menghidupkan dirinya dan orang tua nya di kampung.
Tapi, takdir membawa langkah Raya terlalu jauh, saat dia tahu di kampung rumah orang tua nya akan di sita oleh debt collectors.
Dia ingin menjebak atasan nya yang baik hati. Namun, apa jadinya jika dia yang terjebak?
Permainan panas yang sungguh menyiksanya.
star:18/08/2025