When It Rained, You Came

When It Rained, You Came

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 5, 2025
______________________________________ ⚠Peringatan⚠ 100℅ bromance Ini bukan Bl maupun 18+! Mohon untuk bijak dalam menilai maupun membaca suatu cerita. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak maupun pesan. Saya tidak diizinkan untuk menjadi pembaca bayangan!! ⚠Di dalamnya terdapat adegan kekerasan, kata-kata kasar, dan emosional. Disarankan untuk pembaca 13+⚠ ______________________________________ Hwang Seo-Yul dan Seo Il-Kwon sudah bersahabat sangat lama. Keduanya selalu bersama dalam keadaan apapun itu. Kehidupan mereka tak jauh berbeda dari yang namanya "kesengsaraan". Walaupun kasta Seo-Yul dan Il-Kwon berbeda, mereka tetap selalu menjadi pondasi satu sama lain. Il-Kwon selalu menemani Seo-Yul ketika melihat senja sembari bermain gitar bersama. Semua itu tetap terulang. Namun, suatu kecelakaan yang membuat kedua mata Seo-Yul buta membuatnya harus mengubur dalam impian untuk menjadi gitaris. Mau tidak mau, Il-Kwon harus merawat sahabatnya karena tidak ada yang mau merawatnya. Keduanya menjalani hidup dalam saling membutuhkan. Walaupun, konflik masih terus melanda tanpa tahu rasa kasihan. "Jika aku sudah bisa melihat, aku ingin melihat luka-luka ditubuhmu terlebih dahulu, Hyung. Boleh?" "Ya, asalkan kau sudah bisa kembali melihat keindahan senja, aku akan izinkan."
All Rights Reserved
#290
korean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines