Apa Kabar, Audrine?

Apa Kabar, Audrine?

  • WpView
    Reads 368,962
  • WpVote
    Votes 27,768
  • WpPart
    Parts 73
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 21, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Audrine siapa, sih?" "Kamu." "Nama gue Fiola, dan berhenti kamu-kamu, kita nggak sedeket itu." ••• Fiola kenal Ben, cowok usil dari masa SMA dulu, tetapi ia mana tahu kalau akan bertemu dengan Ben lagi saat masalah hidupnya semakin menumpuk. Mendapatkan teror dari sang mantan tunangan, pindah ke gedung butik baru, dan berakhir mencicipi minuman Matcha-ia tidak suka minuman rasa rumput itu-dengan cita rasa khas di salah satu kafe, yang ternyata milik Ben. Semua kembali dimulai dengan sifat rese Ben yang belum juga tobat. Jengah Fiola jika harus bertemu dengan pria itu terus. •••
All Rights Reserved
#16
playboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Clause of Us
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Mas Bupati
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Night Calls
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Círculo del Destino
  • Under The Authority Of Senopati
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines