THE HUNTER

THE HUNTER

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 3, 2025
(THE HUNTER; The Vows of a D'Lopez Prince) (Cover; pinterest dan di edit sendiri) Pembuatan cerita: 2023 Di Publikasi: Juli, 2025. Hak Cipta @PutriiBariia_ Mereka bilang setiap keluarga besar menyimpan satu rahasia yang tidak pernah ingin dibuka. D'Lopez punya lebih dari satu. Tapi hanya satu yang cukup kuat untuk menghancurkan seluruh kekaisaran mereka. Namanya tak tercatat dalam arsip. Wajahnya tak tertangkap kamera. Tapi setiap bisik yang menyebut namanya... berakhir dengan darah. Aldric Leonardo D'Lopez Mereka pikir dia hanya mimpi buruk. Bayangan masa lalu. Salah besar. Karena bayangan ini sedang bergerak. Dan bayangan... selalu datang sebelum kegelapan total. Tidak semua hantu tinggal di pemakaman. Beberapa di antaranya berjalan di antara kita-bernapas, tersenyum, dan membalas dendam secara perlahan.
All Rights Reserved
#79
zee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines