Lembayung Kaca

Lembayung Kaca

  • WpView
    Reads 1,206
  • WpVote
    Votes 409
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadComplete Wed, May 27, 2026
Lindana, seorang wanita berusia 57 tahun, kehilangan nyawanya dalam tenggelamnya kapal pesiar bersama cucunya. Sementara sang suami, Kaswari, justru selamat karena merebut antrian sekoci mereka. Takdir memberinya kesempatan kedua: dia terbangun di masa mudanya, di usia 20 tahun. Namun, siapa sangka, dia kembali bertemu dengan Ame, pria yang pernah dia cintai ketika dia masih muda dan pada waktu itu menghilang tanpa kabar hingga menyisakan luka yang dalam baginya. Berusaha hidup tanpa bayang-bayang masa lalu dan masa depan, Lindana memilih untuk tidak mencintai siapa pun. Namun, keberadaan Ame yang terus muncul dan rahasia gelap yang mulai terkuak dari masa lalu, perlahan menyeret Lindana pada pertanyaan yang lebih besar: Apakah takdir bisa diubah? p.s • Lembayung Kaca ditulis pada 2026 • Cerita sudah tamat [This story and all chapters written by myself. Apabila ada plagiat atau penjiplakan, please tell me lewat email yang tertera di bio atau personal message :)]
All Rights Reserved
#483
fiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Written in the Stars
  • Ana, Kakak Tiri Cinderella
  • Me, and Brandon Salim!
  • Hug The Moon ✔️
  • Lunar Dusk
  • 𝐕𝐄𝐍𝐎𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑮𝒐𝒅𝒅𝒆𝒔𝒔 𝒐𝒇 𝑹𝒂𝒊𝒏] ✓
  • Another People [TERBIT]
  • Asmaranala
  • Marigold is Signing Out
  • [TAMAT] GENDANA : Satya Timun Mas

Percayakah kalian pada benang takdir? Benang yang akan menghubungkan sepasang anak manusia. Benang yang akan mempertemukan manusia dengan jodohnya. Benang yang akan mengikat mereka apa pun yang terjadi. Halangan dan cobaan apapun tidak akan bisa menghalangi takdir mereka. Meski dunia berusaha memutusnya, meski jarak membentang sejauh samudra, benang itu tetap kokoh. Ia tidak akan putus hanya karena ego dan tidak akan rapuh hanya karena waktu. Karena pada akhirnya, semua perjalanan panjang ini hanyalah cara semesta untuk membuktikan satu hal, yaitu bahwa sejauh apa pun kita berlari, kita akan selalu pulang ke pelukan orang yang namanya sudah tertulis di ujung benang yang sama. Inilah kisah pangeran Henry dan putri Eleanor

More details
WpActionLinkContent Guidelines