Ya Rasulallah, kami Rindu

Ya Rasulallah, kami Rindu

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 25, 2025
WpInfo
Poesía
Rindu ini tak terukur oleh waktu. Ia tak membutuhkan pertemuan fisik, karena Nabi Muhammad ﷺ hidup dalam setiap detak yang menyebut namanya. Puisi-puisi ini adalah bentuk cinta, tangis, harapan, dan doa umat yang merindu dalam diam. Semoga bait-bait ini menjadi jembatan bagi hati yang ingin lebih dekat dengan sang kekasih Allah.
Todos los derechos reservados
#5
puisiislam
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Semua Memukul (✅)
  • Rembulan Yang Sirna
  • poem
  • My Wish
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido