Cupid [Yanghoon/Wonhoon]

Cupid [Yanghoon/Wonhoon]

  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 22, 2025
Cupid, sang dewa cinta, dikenal luas sebagai sosok yang membawa kehangatan kasih, namun juga-di sisi lain-dapat menebar luka dan perpisahan. Ia bukan hanya penjaga asmara, tetapi juga pengawal atas keseimbangan rasa, mematuhi satu hukum agung: Aurea Sagitta Codex-Hukum Panah Emas-yang tak boleh dilanggar, bahkan olehnya sendiri. Di bawah naungan sayapnya, Cupid memimpin para pasukannya. Mereka ditugaskan dengan tanggung jawab besar: menyatukan jiwa-jiwa yang ditakdirkan bersama, atau memisahkan hati yang memang tak ditentukan untuk bersatu. Takdir cinta berada dalam kendali mereka-sebuah garis halus yang telah digariskan dan tak seharusnya diubah. Namun, sebuah pertanyaan menggantung dalam keheningan takdir itu: Apa yang akan terjadi jika salah satu dari mereka-salah satu penjaga cinta itu-memilih untuk melangkah keluar dari jalur yang telah ditentukan? Jika ia melanggar hukum yang suci, menentang alur yang semestinya, dan memilih untuk mencintai... di luar kehendak takdir? Cerita ini hanya fiktif belaka , apabila terdapat kesamaan nama, tokoh/karakter, tempat dan alur dalam video ini, hanya merupakan kebetulan semata tanpa ada unsur kesengajaan. Dan segala bentuk ketikan atau kata-kata dalam cerita ini sepenuhnya adalah karangan dan tidak ada maksud menyinggung atau merugikan pihak manapun. salam hangat, fluffy :p
All Rights Reserved
#658
jungwon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines