We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Enemy ⁉️ [ On Going ]

My Enemy ⁉️ [ On Going ]

  • WpView
    Reads 337
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin ini adalah pertama kalinya Grace melihat seseorang cowok paling menyebalkan di sepanjang hidup nya Grace sudah sangat muak setiap cowok itu muncul dihadapannya,dengan wajah yang pasrah Grace harus menghadapi hari hari nya yang suram bersama si cowok menyebalkan itu ,apa ga makin suram hari nya ? Di penuhi oleh kejahilan si cowok mana tetanggaan lagi ,kamar mereka pun berhadap hadapan depan jendela Seringgg banget si cowok nyetel lagu gede gede makin pusing kali ya si Grace Dan seseorang cowok menyebalkan itu bernama Jaendra Tapi siapa sangka pada akhirnya mereka bakal saling jatuh cinta ಡ⁠ ͜⁠ ⁠ʖ⁠ ⁠ಡ ?! Mau lihat lebih lengkap?, baca aja ceritanya yupp 👍🏻😽 { Maaf jika ada kekurangan dalam penulisan di dalam cerita 🙏🏻 }
All Rights Reserved
#25
jenselle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines