DIARY PUTIH ABU [ Complete ]

DIARY PUTIH ABU [ Complete ]

  • WpView
    Membaca 9,429
  • WpVote
    Vote 3,740
  • WpPart
    Bab 43
WpMetadataReadLengkap Rab, Apr 15, 2026
CELIA || ELVANO Blurb [S1] : Semua berawal dari pilihan bodoh Celia--melewati lubang sempit di belakang gedung sekolah karena terlambat masuk. Namun, saat mencoba melewati lubang tersebut, badannya tersangkut. Panik? Jelas. Celia nyaris menangis ... sampai seseorang dari balik tembok muncul dan menolongnya. Namanya Elvano. Ia menatapnya sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk menolong Celia. Sikap dinginnya cukup untuk meninggalkan jejak yang tidak bisa Celia hapus begitu saja. Sejak hari itu, Celia punya satu tujuan sederhana--menemukan Elvano lagi. Entah di mana, entah bagaimana caranya. Karena baginya, pertemuan singkat itu terasa terlalu nyata untuk dibiarkan jadi kebetulan. Yang Celia tidak tahu, kadang semesta mempertemukan dua orang bukan untuk bersama--tapi untuk meninggalkan tanda yang sulit dilupakan. Cover by pinterest Edit on Canva #1-friendtolover on 06 November 2025 #1-kisahcintasma on 08 November 2025
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
kisahcintasma
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tujuh Detak Kavindra
  • Tentang kita
  • Rasa yang tertahan(On Going)
  • ZOMBIE: VEIN ASHES
  • Frecuency
  • Matahari dan Badai dalam Satu Nama
  • 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐘 𝟒 𝐔: 𝐁𝐞𝐧𝐞𝐚𝐭𝐡 𝐡𝐢𝐬 𝐌𝐚𝐬𝐤 ( 𝓞𝓷𝓰𝓸𝓲𝓷𝓰 )
  • SenaR [ ON GOING ]
  • Marvel [On Going]
  • Perihal Waktu
  • Mahkota Pemeran Utama
  • Luka Dibalik Tawa Keras
  • 𝒯𝒽𝑒 𝒬𝓊𝒾𝑒𝓉 𝐵𝑒𝓉𝓌𝑒𝑒𝓃 𝒰𝓈
  • Gelang Takdir Putih[Hiatus/Revisi Besar-besaran]
  • Kita Yang Hampir
  • Lullaby : Nyanyian Tidur
  • Home Was Martatila [END]
  • Pondasi [End]
  • 𝐄𝐘𝐄𝐒 𝐍𝐄𝐕𝐄𝐑 𝐋𝐈𝐄
  • ALVARO [ON GOING]

Rumah Keluarga Kavindra bukan sekadar bangunan beton, melainkan sebuah simfoni yang tak pernah berhenti mengalun. Di sinilah, di bawah atap yang selalu hangat oleh aroma masakan Bunda Laras dan tawa rendah Papa Aldo, tujuh nyawa tumbuh dengan limpahan kasih sayang yang tak terbagi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan